Hari…

Aku memang tak tahu apa yang akan terjadi esok

Dan tak mampu juga kembali menyelami waktu yang terlewat

Mungkin aku akan berusaha melepas topeng lama ku,,

Seperti kupu2 yang bisa kembali terbang setelah mampu melepas kepompom-nya…

Aura ku adalah pesonaku,, auraku adalah senyumku,,

Tapi auraku adalah juga deritaku…

Dengan sekuat raga yang mengikat roh,, aku akan berusaha menutupi duka…

Dan kembali menepis asa…

Penat kini tlah menjadi batu,,

Walau batu itu perlahan akan terkikis, tapi dalam kurun waktu yang sangat lama..

Dan aku tak mampu harus menggantikan posisinya itu…

Sekuat tenaga aku berusaha terus melangkah di antara terang sinarnya…

Disepangjang hari… walaupun dengan langkah tertatih…

Walau debu trus menyapu kelopak mata ini hingga perih..

Aku akan tetap melangkah…

Mungkin sampai duri2 pun menancap di celah jemari mungilku..

Sudahlah…

Apapun itu hari akan tetap menjadi hari…

Dan aku akan terus menjadi bagian dari itu…

Aku hanya akan tertunduk dan terus berjalan….

Sampai langkah itu betul2 tak dapat bergerak…

Beku dan terkikis oleh masa ku…….

ela

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: